Dari Ujung Negeri, Perbatasan Indonesia - Malaysia . Petani Sajingan Besar Siap Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Daftar Isi


Sajingan Besar, Sambas – Semangat membangun sektor pertanian tidak hanya tumbuh di wilayah-wilayah sentra produksi pangan Kabupaten Sambas, tetapi juga berkobar kuat di kawasan perbatasan negara. Hal tersebut terlihat dari kegiatan penyuluhan dan pendampingan pertanian yang dilaksanakan di Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung di lokasi Optimalisasi Lahan (OPLAH) Tahun 2025 ini menjadi bagian dari upaya mendukung program strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan nasional serta memperkuat ketahanan pangan dari wilayah terluar Indonesia.

Melalui pendampingan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian bersama para petani, berbagai aspek pengelolaan lahan pertanian dibahas dan dievaluasi guna memastikan pelaksanaan program OPLAH berjalan sesuai target. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 15 orang petani dan pengurus Gapoktan Karaja Sabaya, yang secara aktif berdiskusi mengenai kondisi lahan, pola tanam, serta langkah-langkah percepatan peningkatan produktivitas pertanian.

Hamparan lahan seluas 37 hektare yang menjadi lokasi OPLAH 2025 di Desa Sanatab memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber produksi pangan. Meskipun berada di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri, para petani menunjukkan optimisme dan tekad kuat untuk mengembangkan sektor pertanian di daerahnya.

Penyuluh pertanian yang bertugas di wilayah tersebut terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada petani agar mampu mengelola lahan secara optimal. Kehadiran penyuluh menjadi ujung tombak dalam menyampaikan inovasi teknologi pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta menjembatani berbagai program pemerintah hingga ke pelosok perbatasan negara.

Dalam kesempatan tersebut, para petani Desa Sanatab juga menyampaikan semangat bahwa masyarakat perbatasan tidak ingin tertinggal dalam pembangunan sektor pertanian. Mereka berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas lahan dan membuktikan bahwa petani yang berada di wilayah perbatasan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.

"Meskipun kami berada di perbatasan Indonesia-Malaysia, semangat kami tidak kalah dengan kelompok-kelompok tani yang berada di wilayah lain Kabupaten Sambas yang memiliki hamparan pertanian lebih luas. Kami ingin menunjukkan bahwa petani perbatasan juga mampu menghasilkan dan mendukung program swasembada pangan nasional," ungkap salah satu perwakilan petani.

Semangat tersebut menjadi bukti bahwa batas geografis bukanlah penghalang untuk berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa. Justru dari beranda terdepan Indonesia, para petani Desa Sanatab menunjukkan dedikasi dan kecintaannya terhadap tanah air melalui kerja keras di sektor pertanian.

Melalui program OPLAH 2025, diharapkan produktivitas lahan pertanian di Kecamatan Sajingan Besar terus meningkat sehingga mampu memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mendukung target pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Keberhasilan petani perbatasan ini juga menjadi simbol bahwa pembangunan pertanian harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terluar yang menjadi garda depan kedaulatan bangsa. ( Sambas, 21 Mei 2026 )


Reporter : Esphani ( PPL ) 

Posting Komentar