Pelatihan Brigade Pangan Panca Benua Perkuat Analisis Usaha Tani Padi untuk Mendukung Swasembada Pangan

Daftar Isi
Pelatihan Brigade Pangan Panca Benua Perkuat Analisis Usaha Tani Padi untuk Mendukung Swasembada Pangan

Sambas – Pelatihan Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Panca Benua menjadi salah satu langkah dalam memperkuat kemampuan anggota Brigade Pangan dalam mengelola kegiatan usaha tani, khususnya pada komoditas tanaman padi. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang peserta yang terdiri dari Manajer Brigade Pangan Panca Benua beserta para anggotanya.

Dalam pelaksanaannya, Penyuluh Pertanian BPP Tebas turut berperan sebagai panitia pelatihan, mendukung rangkaian kegiatan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan penyuluh pertanian menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pelatihan berjalan dengan baik serta materi yang disampaikan dapat mendukung kebutuhan Brigade Pangan di lapangan.

Kegiatan pelatihan turut dihadiri oleh LO BBPP Batu, Kelsi Provinsi Kalimantan Barat, serta Katimker dan Timker CWS Kabupaten Sambas. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari sinergi dan kolaborasi dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia serta kelembagaan Brigade Pangan di Kabupaten Sambas.

Salah satu materi yang menjadi fokus pembahasan dalam pelatihan adalah Analisis Usaha Tani Tanaman Padi yang berfokus pada Brigade Pangan. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya melakukan perhitungan dan analisis terhadap setiap tahapan kegiatan usaha tani sebagai dasar dalam menentukan langkah serta mengambil keputusan dalam pengelolaan usaha tani.

Dalam pembahasan materi, peserta diajak untuk memahami berbagai komponen usaha tani padi, mulai dari penggunaan sarana produksi, kebutuhan tenaga kerja, biaya operasional, hingga perhitungan hasil dan pendapatan usaha tani. Analisis tersebut diharapkan dapat membantu Brigade Pangan mengetahui kondisi usaha tani yang dijalankan secara lebih terukur sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan cara dan pola pengelolaan usaha tani padi yang selama ini telah diterapkan, termasuk berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Beragam persoalan tersebut kemudian dibahas bersama untuk menggali alternatif penyelesaian yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Brigade Pangan Panca Benua.

Diskusi antara peserta, narasumber, dan pihak yang hadir menjadi bagian penting dalam kegiatan pelatihan. Tidak hanya menerima materi, anggota Brigade Pangan Panca Benua juga dapat berbagi pengalaman serta menggali pemahaman lebih dalam mengenai pengelolaan usaha tani yang efektif, efisien, terukur, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.

Keterlibatan Penyuluh Pertanian BPP Tebas sebagai panitia juga memperkuat koordinasi selama pelaksanaan kegiatan. Melalui peran penyuluh, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pendampingan dan penguatan kapasitas Brigade Pangan dalam menjalankan kegiatan usaha tani di lapangan.

Melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas ini, Brigade Pangan Panca Benua diharapkan semakin mampu melakukan analisis terhadap kegiatan usaha tani padi yang dijalankan. Kemampuan dalam menghitung biaya usaha tani, mengidentifikasi permasalahan, mengevaluasi hasil, serta menentukan langkah penyelesaian menjadi bekal penting dalam memperkuat tata kelola Brigade Pangan.

Dengan meningkatnya kapasitas Manajer dan anggota Brigade Pangan Panca Benua, kegiatan usaha tani diharapkan dapat dikelola secara lebih terencana, efisien, dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan produksi padi dan mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Sambas.

Posting Komentar