Penyuluh Kota Singkawang Belajar Langsung Implementasi PM-AAS di Kecamatan Semparuk - Sambas, Perkuat Kapasitas Menuju Pertanian Presisi

Daftar Isi

Semparuk-Sambas ,  Upaya meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian terus dilakukan melalui kegiatan studi lapangan Program Pertanian Modernisasi - Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dilaksanakan di Kabupaten Sambas. Rombongan penyuluh dari Kota Singkawang melakukan kunjungan lapangan ke dua lokasi pelaksanaan PM-AAS, yakni Poktan Lestari di Desa Singaraya seluas 20 hektare dan Poktan Dare Nandung di Desa Semparuk seluas 30 hektare.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Kerja (Katimker) dan Tim Kerja CWS Kota Singkawang, Koordinator Penyuluh (Korluh) serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kota Singkawang. Selama kegiatan, rombongan didampingi langsung oleh Tim Kerja CWS Kabupaten Sambas, Kepala BRMP Kebun Percontohan Kecamatan Selakau, Korluh dan PPL Kecamatan Semparuk, serta Ketua Kelompok Tani setempat.

Studi lapangan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para penyuluh untuk mengamati bagaimana pengelolaan budidaya tanaman dilakukan di lokasi PM-AAS. Peserta juga mempelajari penerapan berbagai inovasi teknologi, mengamati proses adopsi teknologi oleh petani, sekaligus berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan beserta alternatif solusi yang dapat diterapkan. Melalui kunjungan ini, para penyuluh memperoleh gambaran nyata mengenai implementasi pertanian modern berbasis teknologi, mulai dari pengelolaan lahan, penerapan mekanisasi, hingga pendekatan pertanian presisi yang mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi usaha tani.

Program PM-AAS merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian melalui integrasi mekanisasi, pemanfaatan teknologi digital, serta penerapan pertanian presisi (precision agriculture). Program ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pertanian Indonesia menuju sistem produksi yang lebih modern, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Semangat kolaborasi antardaerah yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia penyuluhan merupakan kunci keberhasilan transformasi pertanian. Dengan berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik di lapangan, diharapkan implementasi PM-AAS dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani serta ketahanan pangan Indonesia.


Liputan : U. Nassirudin ( PPL )


Redaksi KILAT
Kreatif • Inovatif • Luwes • Adaptif • Tanggap
Menginspirasi Penyuluh, Menguatkan Pertanian Indonesia.

Posting Komentar