Persiapan Lahan untuk Tanam Padi Sistem Tabela pada Kegiatan PM-AAS
![]() |
Budidaya padi merupakan salah satu sektor penting dalam menjaga ketahanan pangan. Untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, metode tanam benih langsung (Tabela) menjadi salah satu alternatif yang banyak diterapkan petani. Dalam pelaksanaan Program PM-AAS, persiapan lahan menjadi tahapan yang sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman dan hasil panen.
👉 Pengertian Sistem Tabela
Sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) adalah metode menanam padi dengan menebarkan atau menugal benih langsung di lahan sawah tanpa melalui proses persemaian dan pindah tanam. Sistem ini mampu menghemat tenaga kerja, mempercepat waktu tanam, serta menekan biaya produksi apabila diterapkan dengan teknik budidaya yang benar.
👉 Tujuan Persiapan Lahan
Persiapan lahan bertujuan untuk:
- Menciptakan kondisi tanah yang gembur dan rata.
- Mengendalikan gulma sejak awal pertanaman.
- Memperbaiki sistem pengairan dan drainase.
- Mendukung perkecambahan benih secara seragam.
- Meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan air.
👉 Tahapan Persiapan Lahan
1. Pembersihan Lahan
Lahan dibersihkan dari sisa jerami, gulma, dan tanaman pengganggu lainnya. Jerami dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik dengan cara dikembalikan ke lahan setelah mengalami proses dekomposisi.
2. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan sebanyak satu hingga dua kali menggunakan traktor atau alat pengolah tanah. Pengolahan bertujuan menggemburkan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mencampurkan sisa bahan organik ke dalam tanah.
3. Penggenangan Lahan
Sawah digenangi air selama beberapa hari untuk melunakkan tanah sekaligus membantu menekan pertumbuhan gulma. Setelah itu dilakukan pengolahan lanjutan hingga tanah menjadi lumpur yang merata.
4. Perataan Permukaan Tanah
Perataan lahan sangat penting dalam sistem tabela. Permukaan tanah yang rata akan menghasilkan kedalaman air yang seragam sehingga benih dapat tumbuh merata dan tidak mengalami genangan berlebihan.
5. Pembuatan Saluran Air
Saluran pemasukan dan pembuangan air diperbaiki agar pengaturan tinggi muka air lebih mudah dilakukan. Drainase yang baik juga mengurangi risiko genangan yang dapat menghambat pertumbuhan benih.
6. Pemupukan Dasar
Sebelum penanaman, dilakukan pemberian pupuk dasar sesuai rekomendasi setempat berdasarkan kondisi tanah. Pemupukan yang tepat membantu menyediakan unsur hara sejak awal pertumbuhan tanaman.
7. Persiapan Benih
Benih yang digunakan harus bersertifikat, bermutu tinggi, memiliki daya tumbuh minimal 85%, serta bebas dari hama dan penyakit. Sebelum ditanam, benih dapat direndam dan diperam selama 24–48 jam hingga mulai berkecambah agar pertumbuhan lebih seragam.
👉 Pelaksanaan Tanam Benih Langsung
Penanaman dilakukan pada kondisi lahan yang lembap dengan tinggi air sangat dangkal atau macak-macak. Benih ditebar atau ditugal secara merata sesuai kebutuhan benih yang dianjurkan sehingga populasi tanaman dapat optimal.
👉 Peran Kegiatan PM-AAS
Dalam kegiatan PM-AAS, persiapan lahan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat. Pendampingan kepada petani meliputi pengolahan lahan, penggunaan benih unggul, pengaturan air, pemupukan berimbang, serta pengendalian gulma sejak awal pertanaman. Dengan persiapan lahan yang baik, diharapkan pertumbuhan tanaman menjadi lebih seragam, biaya produksi lebih efisien, dan hasil panen meningkat.
👉 Penutup
Persiapan lahan merupakan kunci keberhasilan budidaya padi sistem tabela. Setiap tahapan, mulai dari pembersihan lahan hingga penyiapan benih, harus dilakukan secara cermat agar benih dapat tumbuh optimal. Melalui kegiatan PM-AAS, penerapan teknik budidaya yang baik diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta mendukung tercapainya ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Redaksi : Kilat

Posting Komentar