Rakor PPL dan Brigade Pangan Kecamatan Selakau Matangkan Persiapan Program PM-AAS

Daftar Isi

Sambas – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama delapan Brigade Pangan Tahun 2024 sebagai upaya mematangkan persiapan pelaksanaan Program PM-AAS (Pertanian Modern - Advanced Agricultural System) yang digagas Kementerian Pertanian. Kegiatan tersebut difokuskan pada penyamaan persepsi dan penyusunan langkah strategis sebelum pelaksanaan sosialisasi di kelompok tani penerima program.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Koordinator PPL Kecamatan Selakau, Agusmanto, dihadiri oleh seluruh perwakilan delapan Brigade Pangan yang akan bertugas mendampingi kelompok tani dalam pelaksanaan program di lapangan.

Agusmanto mengatakan koordinasi sejak dini menjadi langkah penting agar seluruh tahapan kegiatan dapat dilaksanakan secara terarah, efektif, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

"Melalui rapat koordinasi ini kita menyamakan persepsi dan menyusun strategi pelaksanaan di lapangan. Keberhasilan Program PM-AAS tidak hanya bergantung pada penyuluh pertanian, tetapi juga pada sinergi Brigade Pangan, kelompok tani, pemerintah desa, dan seluruh pihak yang terlibat," katanya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda menjadi fokus pembahasan, di antaranya persiapan sosialisasi kepada kelompok tani pelaksana kegiatan, kesiapan pengolahan lahan, penyusunan jadwal tanam, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengaturan pola pendampingan, hingga antisipasi terhadap berbagai kendala teknis yang berpotensi muncul selama pelaksanaan program.

Peserta rapat juga menekankan pentingnya percepatan pengolahan lahan dan penanaman agar kegiatan dapat mengikuti kalender tanam yang telah ditetapkan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan indeks pertanaman serta mendorong peningkatan produksi pangan di wilayah Kecamatan Selakau.

Program PM-AAS merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian yang bertujuan memperluas dan mengoptimalkan areal tanam melalui penerapan teknologi pertanian modern, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, serta penguatan pendampingan kepada petani. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam implementasinya, Brigade Pangan memiliki peran penting sebagai mitra kerja penyuluh pertanian. Selain membantu proses pengolahan lahan dan penanaman, Brigade Pangan juga berperan dalam pengoperasian alsintan, percepatan pelaksanaan kegiatan, serta pendampingan teknis kepada kelompok tani agar budidaya dilakukan sesuai dengan rekomendasi yang telah ditetapkan.

Kolaborasi antara penyuluh pertanian, Brigade Pangan, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan program yang lebih efektif dan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas usaha tani. Dengan koordinasi yang kuat, berbagai kendala di lapangan dapat diantisipasi lebih awal sehingga pelaksanaan kegiatan berlangsung tepat waktu dan sesuai sasaran.

Pada akhir rakor, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk mendukung penuh keberhasilan Program PM-AAS di Kecamatan Selakau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui koordinasi yang berkelanjutan, pendampingan intensif kepada petani, serta pelaksanaan setiap tahapan kegiatan secara profesional dan bertanggung jawab.

Melalui sinergi yang semakin kuat antara PPL dan Brigade Pangan, Kecamatan Selakau diharapkan mampu menjadi salah satu wilayah yang berhasil mengimplementasikan Program PM-AAS secara optimal. Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan luas areal tanam dan produktivitas pertanian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi prioritas Kementerian Pertanian.


Liputan : Uci Priana ( PPL )


Redaksi KILAT
Kreatif • Inovatif • Luwes • Adaptif • Tanggap

Menginspirasi Penyuluh, Menguatkan Pertanian Indonesia.


Posting Komentar