Rekomendasi Pemupukan PM–AAS Padi Berdasarkan Fase Pertumbuhan Tanaman

Daftar Isi


Produktivitas padi sangat dipengaruhi oleh penerapan pemupukan yang tepat, baik dari segi dosis maupun waktu aplikasinya. Pemupukan yang dilakukan sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman akan membantu memenuhi kebutuhan unsur hara secara optimal sehingga pertumbuhan lebih sehat, produktivitas meningkat, dan hasil panen lebih maksimal.

Berikut adalah rekomendasi pemupukan PM–AAS Padi berdasarkan tahapan pertumbuhan tanaman.

1. Tahap Pengolahan Lahan

Pada tahap awal sebelum penanaman, dianjurkan memberikan pupuk organik dengan dosis lebih dari 2 ton per hektare.

Manfaat:

  • Meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah.
  • Memperbaiki struktur tanah.
  • Menambah kandungan bahan organik sehingga tanah lebih mampu menyimpan air dan unsur hara.

2. Awal Tanam (0 HST)

Saat tanaman baru ditanam (0 Hari Setelah Tanam/HST), dapat diberikan SP-36 sebanyak 50–100 kg per hektare (opsional).

Fungsi:

  • Merangsang pertumbuhan akar.
  • Mendukung pembentukan anakan awal sehingga tanaman lebih cepat berkembang.

3. Umur Tanaman 20–25 HST

Pada fase pertumbuhan vegetatif awal, diberikan pupuk NPK sebanyak 300 kg per hektare.

Manfaat:

  • Memacu pertumbuhan sistem perakaran.
  • Memperkuat batang dan daun.
  • Mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih kokoh dan sehat.

4. Umur Tanaman 40–45 HST

Memasuki fase vegetatif lanjutan, tanaman membutuhkan tambahan unsur hara berupa:

  • NPK 100 kg per hektare
  • Urea 150 kg per hektare

Fungsi:

  • Mengoptimalkan pertumbuhan vegetatif.
  • Menambah jumlah anakan produktif yang akan menghasilkan malai.

5. Fase Primordia

Pada fase pembentukan bakal malai (primordia), diberikan Urea sebanyak 150 kg per hektare, disesuaikan dengan hasil pembacaan BWD (Bagan Warna Daun).

Manfaat:

  • Mendukung pembentukan malai secara optimal.
  • Menyesuaikan kebutuhan nitrogen tanaman berdasarkan kondisi daun sehingga pemupukan menjadi lebih efisien.

6. Aplikasi Silika Cair Selama Musim Tanam

Selain pupuk utama, dianjurkan menggunakan Silika Cair sebanyak 3 liter per hektare yang diaplikasikan pada umur:

  • 15 HST
  • 25 HST
  • 35 HST
  • 45 HST
  • 55 HST

Fungsi:

  • Menjaga kesehatan tanah.
  • Memperkuat batang tanaman.
  • Mengurangi risiko tanaman rebah sehingga mampu menopang hasil panen yang lebih baik.

Kesimpulan

Keberhasilan budidaya padi tidak hanya ditentukan oleh jenis pupuk yang digunakan, tetapi juga ketepatan waktu dan dosis aplikasinya. Dengan mengikuti rekomendasi pemupukan berdasarkan fase pertumbuhan, tanaman dapat memperoleh unsur hara sesuai kebutuhannya sehingga pertumbuhan menjadi optimal, jumlah anakan produktif meningkat, pembentukan malai lebih baik, serta hasil panen lebih tinggi dan berkualitas.

Penerapan pupuk organik, NPK, SP-36, Urea, serta Silika Cair secara terpadu merupakan strategi pemupukan yang dapat mendukung budidaya padi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan produktif.


Redaksi : Kilat

Posting Komentar