Teknologi PM-AAS Warnai Gerakan Tanam Serempak di Tebas, Untuk Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan.
Sambas, 18 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan melalui pencapaian Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mengakselerasi pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024–2025 dan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 di berbagai daerah di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah provinsi untuk meningkatkan luas tanam dan produksi pangan nasional.
Di Provinsi Kalimantan Barat, salah satu lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak berlangsung di Desa Segarau Parit, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan milik Kelompok Tani Berkah yang berada di bawah binaan Brigade Pangan Segarau Maju Bersama.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Kepala Desa Segarau Parit, Bhabinkamtibmas, Babinsa, CWS, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tebas, para penyuluh pertanian se-Kecamatan Tebas, Brigade Pangan, serta para petani setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat, penyuluh, dan petani dalam mendukung percepatan tanam demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Pada kegiatan ini, luas hamparan yang tersedia mencapai 15 hektare, dengan realisasi Gerakan Tanam Serempak seluas 10 hektare. Penanaman dilakukan menggunakan sistem tanam Tabela (Tanam Benih Langsung) pola jajar legowo 4:1 dengan memanfaatkan alat drum seeder, sehingga proses tanam menjadi lebih cepat, efisien, dan seragam. Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menekan biaya usaha tani.
Gerakan Tanam Serempak di Desa Segarau Parit menjadi wujud nyata komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan musim tanam dan peningkatan produksi padi. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, aparat TNI–Polri, serta petani, diharapkan target swasembada pangan nasional yang berkelanjutan dapat tercapai dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani serta ketahanan pangan Indonesia.
Liputan : Yeni Darmila ( PPL)


Posting Komentar