Andai Semua Petani Tahu Ini: Tak Selalu Harus Beli, Begini Cara Menyiapkan Benih Padi agar Cepat Tumbuh
REDAKSI KILAT – Benih menjadi penentu awal keberhasilan budidaya padi. Benih yang bernas, sehat, dan memiliki daya tumbuh tinggi akan menghasilkan kecambah lebih seragam serta membantu tanaman tumbuh kuat sejak fase awal.
Petani sebenarnya dapat menyiapkan benih padi secara mandiri dari hasil panen sebelumnya. Namun, benih yang digunakan harus berasal dari tanaman sehat, varietasnya jelas, tidak tercampur, serta belum mengalami penurunan mutu. Benih tersebut kemudian perlu diseleksi dan diberi perlakuan yang tepat agar cepat berkecambah.
Pilih Benih dari Tanaman Terbaik
Calon benih sebaiknya berasal dari rumpun padi yang sehat, produktif, tidak terserang hama maupun penyakit, dan memiliki malai yang terisi penuh. Gabah calon benih harus dipanen pada waktu yang tepat, dikeringkan dengan baik, lalu disimpan di tempat bersih dan tidak lembap.
Penggunaan benih hasil panen sendiri perlu dilakukan secara hati-hati. Apabila kemurnian varietas dan mutu benih tidak dapat dipastikan, penggunaan benih bermutu atau bersertifikat tetap lebih aman.
Seleksi Pertama Menggunakan Air Biasa
Masukkan benih ke dalam wadah berisi air bersih, kemudian aduk secara perlahan. Benih hampa, ringan, rusak, dan kotoran biasanya akan mengapung di permukaan.
Buang seluruh benih yang mengapung. Ambil benih yang tenggelam karena umumnya lebih padat dan bernas. Setelah itu, tiriskan benih selama kurang lebih satu hingga dua jam.
Seleksi Lanjutan dengan Larutan Garam
Untuk mendapatkan benih yang lebih bernas, petani dapat melakukan seleksi lanjutan menggunakan larutan garam. Masukkan garam secara bertahap ke dalam air, lalu aduk hingga larut.
Masukkan benih dan tunggu beberapa saat. Benih yang kurang padat akan mengapung, sedangkan benih yang lebih bernas akan tetap tenggelam.
Benih yang tenggelam kemudian diambil dan dicuci berulang kali menggunakan air bersih. Pencucian penting dilakukan agar tidak ada sisa garam yang dapat menghambat perkecambahan.
Perlu diketahui, istilah yang tepat adalah benih bernas dan benih hampa, bukan benih jantan dan betina.
Rendam Benih Selama 24 Jam
Benih yang telah terseleksi direndam menggunakan air bersih selama kurang lebih 24 jam atau satu hari satu malam. Perendaman membantu kulit benih menjadi lebih lunak dan mempercepat masuknya air ke dalam benih.
Air rendaman harus bersih. Hindari merendam benih terlalu lama karena dapat mengurangi ketersediaan oksigen dan meningkatkan risiko benih membusuk.
Apabila petani akan memberikan perlakuan fungisida, gunakan produk yang terdaftar dan ikuti dosis pada label kemasan. Jangan menggunakan dosis berdasarkan perkiraan karena setiap produk memiliki bahan aktif dan ketentuan berbeda.
Peram hingga Muncul Calon Akar
Setelah direndam, tiriskan benih hingga air tidak lagi menetes. Benih kemudian dimasukkan ke dalam karung, kain lembap, atau wadah yang memiliki sirkulasi udara cukup.
Simpan benih di tempat teduh dan hangat. Periksa kelembapannya secara berkala agar benih tidak terlalu kering atau terlalu basah.
Pemeraman dilakukan sampai muncul titik putih atau calon akar kecil. Benih yang telah berkecambah harus segera ditaburkan di persemaian atau digunakan untuk sistem tanam benih langsung.
Jangan menunggu akar tumbuh terlalu panjang karena akar muda mudah patah dan benih akan sulit ditaburkan secara merata.
Benih Cepat Tumbuh, Pertanaman Lebih Seragam
Seleksi, perendaman, dan pemeraman yang tepat dapat membantu mempercepat perkecambahan serta menghasilkan pertumbuhan awal yang lebih seragam. Petani juga dapat mengurangi penggunaan benih hampa yang tidak akan tumbuh di lahan.
Meski demikian, menyiapkan benih sendiri bukan sekadar mengambil gabah dari hasil panen. Kemurnian varietas, kesehatan tanaman induk, penyimpanan, dan daya tumbuh benih tetap harus diperhatikan.
Sumber : Ogieq gd ( Chanel Youtube )
Editor : Kilat Team
.jpg)
Posting Komentar