BPP Selakau Gelar Bimtek Pembuatan Drum Seeder, Dorong Kreativitas dan Kemandirian Mendukung PM-AAS

Daftar Isi

 

Bimtek-drumseeder-tabela-pm-aas

SELAKAU – REDAKSI KILAT | Dalam upaya mendukung percepatan penerapan pertanian modern sekaligus meningkatkan keterampilan pelaku pertanian di tingkat lapangan, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Selakau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Alat Tanam Tabela atau Drum Seeder, Jumat, 14 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung dan menyukseskan Pertanian Modern melalui Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang menjadi bagian dari program Kementerian Pertanian. Drum Seeder merupakan alat tanam yang digunakan pada sistem Tanam Benih Langsung (Tabela). Alat ini dirancang untuk membantu petani menanam benih padi secara lebih cepat, teratur, dan efisien dibandingkan penanaman secara manual.

Menariknya, Drum Seeder tidak selalu harus dibuat menggunakan bahan baru atau berbiaya mahal. Dengan kreativitas dan pemahaman teknis yang tepat, sebagian komponennya dapat memanfaatkan berbagai bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Hal inilah yang menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan Bimtek. Peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai prinsip kerja Drum Seeder, tetapi juga diarahkan agar mampu merakit dan mengembangkan alat secara mandiri sesuai kondisi serta ketersediaan bahan di lapangan.

Bimtek diikuti oleh berbagai unsur yang memiliki peran penting dalam pembangunan pertanian di wilayah Kecamatan Selakau, mulai dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Manager Brigade Pangan, hingga perwakilan anggota kelompok tani yang memiliki kemampuan dan ketertarikan dalam bidang teknis alat dan mesin pertanian (alsintan).

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mempercepat penyebarluasan pengetahuan mengenai pembuatan dan penggunaan Drum Seeder kepada kelompok tani di masing-masing wilayah. Narasumber dalam kegiatan tersebut berasal dari Tim PPL BPP Kecamatan Selakau, dengan pendampingan dari Tim Kerja CWS Kabupaten Sambas.

Koordinator PPL BPP Kecamatan Selakau, Agusmanto, dalam arahannya menekankan bahwa pelaksanaan Bimtek diharapkan tidak berhenti hanya pada kegiatan pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh peserta harus dapat diterapkan dan dikembangkan kembali setelah peserta kembali ke wilayah dan kelompok tani masing-masing. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan nantinya harus tetap mengacu pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan sehingga penggunaan maupun pembuatan Drum Seeder dapat memberikan hasil yang optimal.

“Kami berharap kegiatan ini nantinya dapat dijalankan dengan baik sesuai juknis yang telah dibuat. Peserta Bimtek juga diharapkan mampu membuat Drum Seeder sendiri dengan memanfaatkan alat maupun bahan bekas yang tersedia di sekitar,” pesan Agusmanto.

Kemampuan membuat alat secara mandiri dinilai penting karena dapat menekan biaya sekaligus menumbuhkan budaya inovasi di kalangan petani, penyuluh dan Brigade Pangan.

Dengan demikian, ketika kebutuhan alat meningkat, petani tidak selalu bergantung pada alat produksi pabrikan. Sementara itu, Fauyan, S.PKP dari Tim Kerja CWS Kabupaten Sambas, menyampaikan bahwa Drum Seeder dapat dibuat dalam berbagai bentuk dan model. Tidak terdapat satu model yang harus diterapkan secara kaku. Selama prinsip kerja alat dapat berjalan dengan baik dan mendukung proses penanaman, peserta dapat melakukan berbagai modifikasi sesuai kebutuhan di lapangan.

“Model atau contoh Drum Seeder cukup banyak dan dapat dirakit dengan berbagai cara. Kami berharap peserta dapat terus berkreativitas. Selain mengikuti Bimtek secara langsung, berbagai referensi pembuatan Drum Seeder juga dapat dipelajari melalui media sosial,” ujar Fauyan.

Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi melalui media digital saat ini harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar. Peserta dapat membandingkan berbagai desain, kemudian memilih atau memodifikasi model yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan kemampuan petani.

Salah satu tujuan penting kegiatan ini adalah menciptakan peserta yang tidak hanya mampu menggunakan Drum Seeder, tetapi juga dapat menjadi penggerak dan sumber pembelajaran bagi petani lainnya. Perwakilan kelompok tani yang mengikuti kegiatan diharapkan mampu menularkan keterampilan tersebut kepada anggota kelompoknya. Demikian pula Manager Brigade Pangan dan penyuluh pertanian diharapkan dapat mengawal penerapan teknologi tersebut mulai dari proses pembuatan, uji coba, penggunaan hingga evaluasi di lapangan. Dengan pola tersebut, satu kegiatan Bimtek dapat memberikan dampak yang lebih luas karena pengetahuan tidak hanya berhenti pada peserta yang hadir.

Pemanfaatan Drum Seeder menjadi salah satu bentuk penerapan mekanisasi dan inovasi sederhana yang dapat mendukung pertanian modern. Pada sistem Tabela, proses penanaman dapat dilakukan tanpa melalui proses pindah tanam bibit sebagaimana sistem tanam konvensional. Dengan alat yang tepat, pekerjaan penanaman dapat dilakukan lebih cepat dan penggunaan tenaga kerja dapat menjadi lebih efisien. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan PM-AAS, yang mendorong penggunaan teknologi, mekanisasi serta peningkatan efisiensi dalam kegiatan usaha tani.

Bagi BPP Kecamatan Selakau, Bimtek tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membangun pola pikir bahwa teknologi pertanian tidak selalu harus mahal. Inovasi dapat lahir dari kreativitas penyuluh dan petani dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar. Melalui sinergi antara BPP Kecamatan Selakau, kelompok tani, Gapoktan, Brigade Pangan serta Tim Kerja CWS Kabupaten Sambas, diharapkan Drum Seeder hasil rakitan peserta nantinya benar-benar dapat digunakan di lapangan dan direplikasi oleh kelompok tani lainnya.


Liputan    : BPP Selakau
Editor      : Kilat 

Redaksi KILAT
Kreatif • Inovatif • Luwes • Adaptif • Tanggap
Menginspirasi Penyuluh, Menguatkan Pertanian Indonesia.

Posting Komentar