Gerakan Tanam Padi Serentak 70.000 Ha di Desa Sabaran Jawai Selatan Dukung Swasembada Pangan melalui PM-AAS

Daftar Isi

Gerakan Tanam Padi Serentak 70.000 Ha di Desa Sabaran Jawai Selatan Dukung Swasembada Pangan melalui PM-AAS

SABARAN, JAWAI SELATAN – 31 AGUSTUS 2026 – Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui berbagai program peningkatan produksi dan modernisasi pertanian. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Padi Serentak seluas 70.000 hektare, yang menjadi bagian dari penguatan produksi padi sekaligus percepatan penerapan teknologi pertanian modern di tingkat petani.

Program tersebut sejalan dengan penerapan PM-AAS (Pertanian Modern – Advance Agriculture System) yang mendorong transformasi sistem pertanian agar lebih efektif, efisien, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui pendekatan pertanian modern, petani didorong untuk menerapkan teknologi dan metode budidaya yang dapat meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga, waktu, serta sarana produksi pertanian.

Dalam rangka mendukung gerakan tersebut, kegiatan Tanam Padi Serentak 70.000 Ha dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas.

Kegiatan tanam padi dilaksanakan secara bersama-sama dengan melibatkan kelompok tani, gabungan kelompok tani, penyuluh, serta para petani dari sejumlah wilayah. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan sinergi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian, meningkatkan produksi pangan, serta mendorong penerapan pertanian modern di Kabupaten Sambas.

Terapkan Sistem Jajar Legowo 4:1 dan Teknologi Drumseeder

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tanam padi menggunakan sistem jajar legowo 4:1, yaitu pola tanam yang mengatur jarak antarbarisan tanaman dengan adanya lorong atau barisan kosong untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan pengelolaan pertanaman yang lebih efektif.

Penerapan sistem jajar legowo tersebut dipadukan dengan penggunaan alat tabela (tanam benih langsung) berupa drumseeder. Penggunaan drumseeder menjadi salah satu bentuk penerapan mekanisasi pertanian yang dapat membantu mempercepat proses tanam dan meningkatkan efisiensi kegiatan budidaya padi.

Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari semangat PM-AAS (Pertanian Modern – Advance Agriculture System) dalam mendorong pemanfaatan inovasi dan mekanisasi untuk meningkatkan efektivitas serta produktivitas usaha tani.

Persiapan Benih dengan Perendaman Selama 12 Jam

Dalam kegiatan tersebut, benih padi dipersiapkan melalui proses perendaman selama 12 jam sebelum digunakan dalam proses tanam.

Benih yang telah dipersiapkan kemudian digunakan dalam kegiatan tanam langsung menggunakan drumseeder. Penggunaan alat tersebut memungkinkan proses penanaman dilakukan secara lebih teratur sesuai pola tanam yang telah ditentukan.

Penerapan metode ini diharapkan dapat membantu petani dalam menghemat waktu dan tenaga serta mendukung percepatan kegiatan tanam pada areal persawahan.

Dihadiri Kelompok Tani dan Petani dari Sejumlah Desa

Kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak di Desa Sabaran mendapat dukungan dan partisipasi dari sejumlah kelompok tani dan petani.

Kelompok yang hadir antara lain Poktan Mekar Jaya, Gapoktan Jaya Lestari Desa Sabaran, BP Pantang Mundur, Malangerang, serta pelaksana kegiatan BP Rancak Tani.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh para petani dari Desa Semperiuk A dan Desa Semperiuk B.

Kehadiran berbagai kelompok tani dan petani dari sejumlah wilayah menunjukkan semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam mendukung peningkatan produksi pangan serta memperkuat penerapan teknologi pertanian di Kabupaten Sambas.

Sinergi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas

Pelaksanaan kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak 70.000 Ha tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di daerah.

Sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan petani menjadi bagian penting dalam memastikan program pertanian dapat berjalan secara efektif serta memberikan manfaat bagi pelaku usaha tani.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Katimker dan Timker di CWSPP Kabupaten Sambas, yang menjadi pusat koordinasi penyuluh se-Kabupaten Sambas.

Keterlibatan para penyuluh menjadi bagian penting dalam mendampingi petani, menyampaikan informasi teknis, serta mendorong penerapan inovasi dan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

PM-AAS Dorong Transformasi Pertanian Modern

Penerapan PM-AAS (Pertanian Modern – Advance Agriculture System) menjadi momentum untuk mendorong transformasi pertanian di tingkat petani. Pemanfaatan teknologi dan mekanisasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan budidaya sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Gerakan Tanam Padi Serentak 70.000 Ha yang dilaksanakan di Desa Sabaran pada 31 Agustus 2026 menjadi salah satu wujud nyata semangat kolaborasi dalam mendukung agenda besar swasembada pangan nasional.

Melalui dukungan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan petani, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat produksi padi sekaligus memperluas penerapan teknologi pertanian modern di Kabupaten Sambas.

Bersama Mewujudkan Swasembada Pangan

Gerakan tanam padi serentak bukan sekadar kegiatan menanam secara bersama-sama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan.

Dengan penerapan sistem jajar legowo 4:1, penggunaan alat tabela drumseeder, persiapan benih melalui perendaman selama 12 jam, serta pendampingan penyuluh, diharapkan kegiatan budidaya padi dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, CWSPP Kabupaten Sambas, penyuluh, kelompok tani, dan petani menjadi kekuatan penting dalam membangun pertanian yang modern, produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Dari Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, semangat tanam serentak terus digelorakan untuk memperkuat produksi pangan dan mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia.


Reporter      : M.IZ  ( Tim Kilat )

Editor          : Kilat


Redaksi KILAT
Kreatif • Inovatif • Luwes • Adaptif • Tanggap
Menginspirasi Penyuluh, Menguatkan Pertanian Indonesia.


2 komentar

Anto Saputra,A.Md
1 September 2026 pukul 20.43 Hapus
Mantap Banget 👍🔥👍👍
Saptino
1 September 2026 pukul 21.24 Hapus
Semangat terus mewujudkan swasembada pangan (beras) berkelanjutan, meski banyak rintangan 👍