Drumzaar Seeder ( Alat Tanam Tabela ) Resmi Diperkenalkan di Selakau! Inovasi Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial Jadi Langkah Menuju Pertanian Modern

SELAKAU, – Inovasi pertanian tidak selalu lahir dari perusahaan besar atau pusat penelitian. Dari tangan penyuluh pertanian dan kreativitas petani di lapangan, sebuah gagasan sederhana dapat berkembang menjadi teknologi yang berpotensi membantu pekerjaan petani. Hal inilah yang mewarnai kegiatan tanam di lokasi demplot PM-AAS BPP Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, yang sekaligus menjadi momentum pengenalan dan peluncuran alat tanam padi sistem Tabela bernama Drumzaar Seeder (Zona Agriculture Rotary). Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi pertanian dapat tumbuh melalui kolaborasi antara penyuluh dan petani. Tidak hanya memperkenalkan alat tanam, momentum tersebut juga membuka ruang bagi pengembangan teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan nyata pelaku usaha tani.
Lahirnya Drumzaar Seeder berawal dari gagasan
seorang penyuluh pertanian lapangan di Kabupaten Sambas yang melihat peluang
pengembangan alat tanam padi sistem Tabela. Gagasan tersebut kemudian mendapat
tindak lanjut dari BPP Kecamatan Selakau. Bersama anggota kelompok tani
milenial, ide itu dikembangkan melalui proses pembuatan dan perakitan alat
hingga menjadi inovasi yang diperkenalkan di lokasi demplot PM-AAS.
Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa penyuluh
pertanian tidak hanya berperan dalam memberikan pendampingan teknis budidaya,
tetapi juga dapat menjadi sumber gagasan bagi pengembangan teknologi pertanian.
Sementara itu, keterlibatan kelompok tani milenial menunjukkan bahwa petani
dapat berperan aktif dalam proses inovasi, mulai dari mengembangkan ide hingga
menghasilkan alat yang dapat diuji penggunaannya di lapangan.

Drumzaar Seeder diharapkan menjadi salah satu alternatif teknologi untuk mendukung penanaman padi dengan sistem Tabela atau tanam benih langsung. Namun, manfaat dan kinerjanya tetap perlu dievaluasi melalui pengujian lapangan, termasuk dari aspek efisiensi tenaga kerja, kebutuhan benih, biaya operasional, dan pertumbuhan tanaman.
Kegiatan tanam dan peluncuran Drumzaar Seeder
turut diisi dengan sambutan dari sejumlah unsur yang memiliki peran penting
dalam pengembangan pertanian dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Selakau. Kepala
Kebun/Kordinator IP2MP Selakau, Sumardianto, menjadi salah satu unsur yang
memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Dalam konteks kegiatan demplot
PM-AAS, keberadaan lahan percontohan memiliki arti penting sebagai tempat untuk
memperkenalkan praktik budidaya dan mengamati penerapan teknologi pertanian
secara langsung.
Demplot diharapkan dapat menjadi ruang
pembelajaran bersama bagi petani dan pendamping pertanian, sehingga inovasi
yang diperkenalkan tidak hanya diketahui secara teori, tetapi juga dapat
diamati penerapannya di lapangan. Pengenalan Drumzaar Seeder dalam kegiatan
tanam ini sekaligus membuka kesempatan untuk melihat bagaimana alat tersebut
digunakan serta mengevaluasi potensi pengembangannya bagi kebutuhan pertanian
setempat.
Kepala Desa Twi Mentibar, Lukman Sahari,
S.Sos., turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran
pemerintah desa menjadi bagian penting dalam membangun dukungan terhadap
kegiatan pertanian dan pengembangan inovasi di tingkat masyarakat. Kreativitas
petani milenial dalam mengembangkan teknologi pertanian menjadi potensi yang
patut didorong. Inovasi seperti Drumzaar Seeder menunjukkan adanya peluang bagi
generasi muda untuk terlibat lebih aktif dalam memajukan sektor pertanian. Sinergi
antara pemerintah desa, kelompok tani, penyuluh, dan unsur pendamping
diharapkan dapat membuka ruang bagi tumbuhnya gagasan baru yang memberikan
manfaat bagi masyarakat pertanian.
Tim Kerja CWS Kabupaten Sambas, Faujan,
S.PKP., juga memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas
unsur menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan pertanian. Gagasan yang
lahir dari penyuluh, kemudian dikembangkan bersama petani milenial,
memperlihatkan bagaimana kerja sama dapat menjadi jembatan antara ide dan
penerapan teknologi. Pengenalan Drumzaar Seeder di lokasi demplot menjadi
kesempatan untuk membangun komunikasi, berbagi pengalaman, serta melihat
peluang pengembangan teknologi tanam yang sesuai dengan kebutuhan petani. Pendampingan
dan evaluasi secara berkelanjutan diperlukan agar inovasi yang diperkenalkan
dapat terus disempurnakan dan memiliki dasar yang kuat sebelum diterapkan
secara lebih luas.
Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Kecamatan
Selakau, Agusmanto, SST., menjadi salah satu tokoh yang memberikan sambutan
dalam kegiatan tersebut. Peran BPP dalam kegiatan ini terlihat melalui tindak
lanjut terhadap gagasan awal penyuluh pertanian dengan melibatkan anggota
kelompok tani milenial untuk membuat dan merakit Drumzaar Seeder. Langkah
tersebut memperlihatkan bahwa penyuluhan pertanian dapat berkembang tidak hanya
melalui penyampaian informasi dan pendampingan budidaya, tetapi juga melalui
fasilitasi inovasi yang berangkat dari kebutuhan petani. Melalui kegiatan
demplot, alat yang telah dirakit dapat diperkenalkan dan diamati penggunaannya.
Selanjutnya, masukan dari petani dan hasil evaluasi lapangan dapat menjadi
bahan untuk penyempurnaan alat agar semakin sesuai dengan kondisi usaha tani.
Selain para
pemberi sambutan, kegiatan tanam dan pengenalan Drumzaar Seeder di lokasi
demplot PM-AAS BPP Kecamatan Selakau turut dihadiri oleh: Babinsa Twi Mentibar,
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Selakau, Petugas Pengendali
Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Selakau, Penyuluh Pertanian
Lapangan (PPL) se-Kecamatan Selakau dan Manager Brigade Pangan
se-Kecamatan Selakau.

Sistem Tabela merupakan metode penanaman padi dengan menempatkan benih langsung di lahan tanpa melalui proses persemaian dan pemindahan bibit seperti pada sistem tanam pindah. Penggunaan alat tanam yang sesuai berpotensi membantu proses penempatan benih dan mendukung efisiensi pekerjaan. Namun, keberhasilan sistem Tabela juga dipengaruhi oleh kondisi lahan, pengelolaan air, pengendalian gulma, kualitas benih, serta teknik budidaya yang diterapkan.
Karena itu, pengenalan Drumzaar Seeder melalui kegiatan demplot menjadi langkah awal untuk mengamati kinerja alat dan menghimpun masukan dari para pengguna.Hasil pengamatan yang terukur akan membantu menentukan aspek yang perlu disempurnakan sekaligus menilai potensi manfaat alat bagi petani.
Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi
penyuluh dan petani lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas, berbagi
pengetahuan, dan mencari solusi terhadap tantangan usaha tani. Drumzaar Seeder
bukan sekadar pengenalan alat tanam, tetapi juga gambaran tentang pentingnya
kolaborasi dalam membangun pertanian yang lebih adaptif terhadap perkembangan
zaman. Dari demplot PM-AAS BPP Kecamatan Selakau, semangat inovasi lokal
diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari upaya bersama menuju pertanian
yang semakin efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Liputan : A.M Kilat Team
Editor : Kilat
Posting Komentar